Ikhwan dan Akhwat, Warga Depok yang dirahmati Allah. Pernahkah mendengar cerita “horor” (bukan hantu, tapi horor spiritual) dari kerabat yang baru pulang umroh?
Ceritanya begini: Mereka sampai di Masjidil Haram, berdiri di depan Ka’bah yang agung, tapi tiba-tiba merasa blank. Bingung. “Ini bacanya apa ya? Doanya kok lupa semua? Putarannya sudah ke berapa?” Mereka menoleh ke kiri dan kanan mencari pembimbing, tapi sang Ustadz sudah jauh di depan, asyik dengan HP-nya, atau berjalan terlalu cepat tanpa menoleh ke belakang.
Akhirnya, jamaah hanya bisa mengikuti gerakan orang di depannya sambil plonga-plongo. Ibadah selesai, tapi hati terasa kosong. Pulang ke Tanah Air hanya membawa foto, bukan membawa rasa getar di dada.
Naudzubillah. Jangan sampai ini terjadi pada Ikhwan dan Akhwat.
Kita nabung bertahun-tahun, menahan selera makan enak demi menyisihkan rupiah, bukan hanya untuk “jalan-jalan” ke Arab. Kita membayar belasan hingga puluhan juta itu sejatinya untuk membeli Ilmu dan Bimbingan.
Beda “Tour Guide” dengan “Mutawif”
Di AsarTour, kami selalu menekankan perbedaan besar ini kepada tim kami.
Tour Guide (Pemandu Wisata) tugasnya hanya menunjuk benda mati: “Bapak Ibu, di sebelah kiri adalah Masjid Quba, di kanan adalah Kebun Kurma. Silakan foto 10 menit, lalu naik bus lagi.” Selesai.
Tapi Mutawif (Pembimbing Ibadah) tugasnya menghidupkan hati: “Bapak Ibu, di tanah inilah dulu Rasulullah SAW pernah dilempari batu sampai berdarah, tapi Beliau malah mendoakan kebaikan. Mari kita shalat sunnah di sini dan doakan anak-anak kita agar punya hati selembut Nabi.”
Bedanya terasa, kan? Yang satu hanya sampai di mata, yang satu tembus ke hati (bikin nyess).
Sebagai warga Depok yang dikenal religius dan gemar ikut majelis taklim, Ikhwan dan Akhwat pasti butuh sosok guru, bukan sekadar penunjuk jalan.
Mencari Sosok “Ayah” di Negeri Orang
Umroh itu perjalanan fisik dan batin yang berat. Ada kalanya kita lelah, emosi naik turun, kaget dengan budaya Arab, atau sedih teringat dosa masa lalu.
Di saat-saat rapuh seperti itu, kita butuh sosok “Ayah” atau “Kakak”. Seorang Mutawif yang baik tidak akan membiarkan jamaahnya menangis sendirian di pojok masjid. Dia akan datang, menepuk bahu Ikhwan, dan berkata: “Keluarkan semua, Pak. Allah Maha Mendengar. Ini tempat terbaik untuk minta ampun.”
Di AsarTour, seleksi Mutawif itu ketat. Bukan cuma harus fasih bahasa Arab atau punya sertifikat resmi, tapi harus punya EQ (Kecerdasan Emosional) yang tinggi. Mereka harus sabar menghadapi ibu-ibu yang rempong, bapak-bapak yang sering lupa jalan, atau anak muda yang banyak tanya.
Manasik: Gladi Resik Sebelum Pertempuran
Kualitas pembimbing sudah bisa Ikhwan dan Akhwat nilai bahkan sebelum berangkat, yaitu saat Manasik Umroh.
Hati-hati dengan travel yang manasiknya asal-asalan. Cuma kumpul, bagi koper, makan nasi kotak, lalu pulang. Manasik yang benar adalah “sekolah singkat”. Di sana Ikhwan dan Akhwat diajarkan fiqih umroh:
- Apa yang membatalkan ihram?
- Bagaimana kalau wanita tiba-tiba haid?
- Bagaimana cara shalat jenazah? (karena di Masjidil Haram setiap habis shalat fardhu ada shalat jenazah).
Travel yang amanah akan memastikan jamaahnya berangkat dengan bekal ilmu, bukan dengan kepala kosong. Kami di AsarTour ingin jamaah kami mandiri secara ilmu, namun tetap manja secara pelayanan.
Jangan Pertaruhkan Ibadahmu
Ikhwan dan Akhwat, tetangga Depok yang kami cintai,
Hotel bintang 5 itu nyaman, tapi tidak menjamin umroh mabrur. Makanan enak itu mengenyangkan, tapi tidak menjamin doa terkabul. Tapi Bimbingan yang Benar, insya Allah akan mengantarkan pada kekhusyukan yang menjadi syarat diterimanya amal.
Jangan ragu untuk “kepo” pada pihak travel sebelum mendaftar. Tanyakan: “Siapa Ustadz yang akan mendampingi? Apakah beliau tinggal di sana (mukimin) atau berangkat dari Jakarta? Bagaimana pengalaman beliau?”
Ini adalah hak konsumen. Jangan beli kucing dalam karung untuk urusan akhirat.
Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari
Pepatah ini berlaku juga di umroh. Kalau pembimbingnya tidak disiplin ibadah, jamaahnya akan lebih santai lagi. Kalau pembimbingnya ahli ibadah dan berakhlak mulia, jamaahnya akan tertular semangat kebaikannya.
Kami di AsarTour.com berkomitmen memberikan pendamping perjalanan yang tidak hanya menunjukkan arah ke toilet atau tempat belanja, tapi menunjukkan arah menuju ridha Allah. Kami ingin Ikhwan dan Akhwat pulang membawa hati yang baru, ilmu yang bertambah, dan kerinduan untuk kembali.
Kenalan Dulu Yuk sama Pembimbing Kami
Ingin tahu profil para Ustadz dan Mutawif yang biasa mendampingi jamaah AsarTour? Atau ingin konsultasi masalah fiqih umroh sebelum memutuskan mendaftar?
Jangan sungkan. Mari mampir ke kantor kami atau hubungi tim kami via website agen umroh AsarTour.com. Kami siap menjadi teman diskusi, sahabat perjalanan, dan pelayan tamu Allah sebaik-baiknya
